Laman

Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

Masakan Manado: Ayam Rica - Rica


Event Masakan Manado di MasBar memang sudah berakhir, tapi ternyata deman masakan Manado di dapurku belum usai :D

Kali ini bikin Ayam Rica Rica.. Waww pedes seger sambelnya mantabbb, bikin pengen makan nasi sebakul. Hihii... Kalau mau mencoba juga, yukkk mari buat masakan Manado ini. Kali ini, resepnya saya ambil dari femina

Ayam Rica Rica 

sumber: femina

Bahan:
  • 5 sdm minyak, untuk menggoreng
  • 6 siung bawang putih, cincang halus
  • 5 lembar daun jeruk
  • 3 batang serai, memarkan
  • 1 buah jeruk nipis, ambil airnya
  • 1 ekor ayam kampung, potong 8 bagian
Bumbu, haluskan:
  • 12 cabai merah
  • 10 butir bawang merah
  • 10 buah cabai rawit
  • 5 cm jahe
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt gula
Cara Membuat:
  1. Panaskan minyak di atas wajan, gunakan api sedang. Masukkan bawang putih, tumis hingga harum.
  2. Tambahkan bumbu, daun jeruk, serai, dan air jeruk nipis, masak kembali hingga bumbu matang.
  3. Masukkan ayam, aduk hingga rata. Tutup wajan, masak hingga matang. Angkat, sajikan.

Minggu, 26 Januari 2014

Masakan Manado: Ayam Woku



Ini adalah kali pertama bagi saya untuk ikut event nya MasBar, dan temanya kali adalah Masakan Manado. Antara senang dan bingung saya, mendapat tantangan untuk membuat masakan daerah Manado. Senang, karena memang seumur umur saya belum pernah merasakan yang namanya masakan Manado. suwer,, (ihh kasian yaa hihihii...) dan bingung, karena nggak tau harus membuat masakan apa untuk event Masakan Manado.


 Memang tidak ada gambaran sama sekali di pikiran saya seperti apa itu masakan Manado. Terang saja, karena saya  adalah anak yang terlahir dari daerah Sumatera. Sejak kecil akrab dengan masakan-masakan dari daerah Sumatera, terutama masakan padang dan melayu. Dan sebagai perantau di tanah Jawa, semenjak kuliah juga saya sudah akrab dengan berbagai masakan Jawa. Lhaa, ini masakan Manado... saya buta sekali tentang cita rasa masakan Manado.

Tapi untunglah di blognya MasBar, diberikan gambaran ringkas mengenai citarasa masakan Manado. Ternyata masakan Manado itu didominasi oleh citarasa pedasnya serta aroma rempah daunnya yang menggugah selera.. Hhmmm, baiklah..Berbekal gambaran ringkas tersebut, saya bulatkan tekad untuk ikut dan mulai berburu resep.

Akhirnya saya jatuh hati melihat aneka foto masakan Manado bernama Ayam Woku. Saat baca resepnya saya juga makin penasaran dengan penggunaan daun pandan di dalamnya. Bagi saya, sudah tertanam dalam pikiran, bahwa pasangan yang serasi untuk daun pandan adalah aneka panganan manis. Bukan gurih, apalagi pedas.. Duhh,, Ayam Woku ini benar-benar telah membuat saya penasaran.

Setelah berburu bahan-bahan, (terutama kemanginya tidak boleh ketinggalaann :D ) saya langsung eksekusi masakan ini. Berbekal resep Ayam Woku dari Sajian Sedap, saya mulai aksi nekad saya :D



Ohya, ada cerita lucu saat saya memasak ayam woku ini. Anak saya basti, yang berumur 2 tahun selama ini hanya makan masakan dengan citarasa manis, belum berani makan pedas. Tapi saat saya mencicipi ayam woku ini, basti ingin ikut mencicipi. Saya sudah kasi warning, kalau ini pedas, tapi dia tetap kekeuh minta mencicipi. Akhirnya saya beri seujung sendok makan. dan, tarrrrraaaa!!! dia minta sesendok lagi. Saya lihat dia lumayan kepedasan, tapi tetap minta sesendok lagi. hihihiiii,,,, Begitu seterusnya sampai beberapa kali dan akhirnya malah minta diambilkan satu mangkok untuknya sendiri. Hihihiii,, anakku doyan ternyata.. :D Pada akhirnya dia berhenti karena kepedasan, sambil meneguk habis segelas air..

Untuk yang ingin mencoba, berikut saya tulis resep yang saya gunakan. Resep asli dari Sajian Sedap, dan terdapat sedikit perubahan dari saya.

Ayam Woku


Bahan:
1/2 ekor ayam, dipotong 5 bagian
5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya
2 lembar daun pandan, diiris
2 lembar daun kunyit, diiris
2 batang serai, diiris miring
1 buah tomat, dipotong-potong
1 batang daun bawang, diiris 1 cm
5 tangkai kemangi, dipetiki
2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
500 ml air
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
5 butir bawang merah 
1 buah cabai merah besar 
10 buah cabai merah keriting
2 sendok makan cabe bubuk
4 butir kemiri, disangrai
2 cm kunyit, dibakar
2 cm jahe

Cara Pengolahan :
  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun jeruk, daun pandan, daun kunyit, dan serai sampai harum. Tambahkan ayam. Aduk sampai berubah warna.
  2. Masukkan air, garam, dan gula pasir. Masak sampai ayam matang dan bumbu meresap. Tambahkan tomat, daun bawang, dan daun kemangi. Aduk rata, matikan api.
Ayam Woku siap disantap dengan sepiring nasi hangat. Nyammmm :D

Terimakasih MasBar.. saya jadi bisa merasakan masakan Manado yang super enakk ini, saya dan suami ternyata suka sekali dengan ayam woku ini. Proyek berikutnya, ingin mencoba lebih banyak lagi masakan Manado :D

Jumat, 24 Januari 2014

Jajanan Pasar Tradisional Indonesia: Talam Singkong



Senangnya, bisa ikut meramaikan Challenge #1 di YKMK. Untuk Challenge #1 ini, tema yang diusung adalah Jajanan Pasar Tradisional Indonesia (JPTI), yang tujuannya adalah untuk kembali menggali dan mempopulerkan jajanan asli Indonesia. Jangan sampai anak-anak kita nanti sudah tidak mengenal lagi jajanan khas daerah dan negaranya, habis terbombardir oleh makanan-makanan modern. Juga agar kita para bakul kue, bisa menambah lagi varian.dagangannya..yeayyyy!! (hihihiii teteppp, jualan :D)

Ditambah lagi, jajanan pasar Indonesia pada umumnya tidak menghabiskan terlalu banyak biaya untuk membuatnya. Jadi, selain enak, unik, jajanan tradisional juga aman buat kantong. Hihiiii, banyak plus nya kan ternyata jajanan asli Indonesia itu. Jadi, nggak ada lagi alasan untuk tidak suka jajanan tradisional kan..? :)

Kali ini saya membuat kue talam singkong. Tidak terlalu jelas jajanan ini berasal dari daerah mana, ada yang menyebutkan ia berasal dari daerah jawa tengah, tetapi di daerah sumatera talam singkong ini juga sudah ada sejak lama. Walau begitu, tapi yang pasti  talam singkong ini asli INDONESIA :D


Kue talam singkong ini adalah salah satu jajanan favorit mama saya, beliau sukaa sekali. Jadi saat membuat kue ini jadi teringat-ingat mama yang ada di pulau sebrang nih.. Semoga mama selalu sehat-sehat di sana ya..

Sebenarnya talam singkong sendiri adalah salah satu varian dari kue talam. Karena kue talam ada banyak sekali jenisnya, ada talam hijau, talam ubi, talam kentang, talam ebi, dan banyak lagi talam-talam lainnya :) Untuk bentuknya, kue talam dapat dicetak  individual dg cetakan cucing dan dapat juga dibuat dalam loyang kotak ukuran besar untuk kemudian dipotong-potong. so, the choice is yours :)

Kalau buat saya, kue talam ini enak sekali dinikmati selagi hangat. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini, talam singkong hangat plus segelas teh tawar hangat jadi pasangan yang klop.Untuk yang ingin menikmati jajanan ini di rumah, yukk cek resepnya di bawah.

Untuk resep talam singkong, saya ambil dari sini dengan sedikit perubahan..

TALAM SINGKONG
Bahan

Bahan I:
500 gram singkong parut,
1 sendok teh garam
250 gram gula merah sisir halus
150 ml santan kental kemasan, encerkan dengan 100 ml air hangat

Bahan II: 
100 ml santan kental kemasan, encerkan dengan 150 ml air hangat
1sendok teh garam
2 sendok teh gula pasir halus
20 gram tepung beras
35 ml air panas
50 gram tepung sagu

Cara membuat:
  1. Bahan I, remas – remas singkong, garam, dan gula merah. Tambahkan santan. Aduk rata.
  2. Tuang adonan hingga setinggi ¾  cucing yang telah  dioles  minyak. Kukus 15 menit sampai setengah matang.
  3. Bahan II, rebus santan dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Biarkan dingin (ukur 225 ml).
  4. Aduk rata tepung beras dan air panas. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata. Tuang rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata.
  5. Tuang bahan II di atas bahan I. Kukus 10 menit sampai matang.
* satu resep ini menghasilkan 30-35 buah kue talam yang dicetak dengan cetakan cucing

Selamat mencoba,yaa.. :D


Rabu, 04 September 2013

Kue Pancong


Untuk blogpost kali ini, saya tidak berbagi resep melainkan akan berbagi cerita. Bukan pelit resep atau ilmu, tapi memang ini kue pancong bukan bikinan saya ;p  ..
tapi nanti, kalo udah bikin sendiri,pasti di post di sini.

Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu saya pindahan. Nahhh, di tempat baru ini ada satu warung kecil yang jual gorengan dan nasi uduk. Yaahh, sepertinya menu tsb sih biasa saja,ya.. tapiii ibu tersebut juga jual yang namanya kue pancong. naahh, walaupun sejak menikah saya sudah hijrah ke Depok sini, tapi belum pernah makan yang namanya si kue pancong ini. Dituntun rasa penasaran thd rasa makanan ini, saya pun belilah. Harganya termasuk murah, kalau menurut saya, 2000 rupiah untuk 4 bilah kue pancong. 1 bilah itu bentuknya seperti setengah lingkaran gitu..

Kalau menurut saya, dari penampakannya sih biasa. Ada 4 bilah kue yang bentuknya mirip kue pukis, tapi diberi taburan yang terbuat dari campuran gula dan sedikit kelapa serundeng, sepertinya. Tapi begitu digigittt, nyesssss! enaaaakkk!! :D Kue nya sendiri bercitarasa manis gurih, kalau tebakan saya sih terbuat dari campuran tepung beras dan kelapa, soalnya kedua unsur ini terasa sekali. Dengan taburan gula pasir yang ada aroma kelapa gongseng nya, jadi mantaaabbb banget rasanya. Duhh, saya langsung jatuh cinta sama makanan ini di gigitan pertama nih. Saya suka.

Besoknya, saya beli lagi. Besoknya lagi, beli lagi juga.. heheheee,,, ini yang namanya doyan. Dimakan untuk sarapan dengan ditemani teh tawar hangat, hmmm heaven dehh!! :)

Oh iya, karena penasaran sama kue pancong ini, saya coba gugling.Ternyata, menurut detikfood , kue pancong yang saya makan itu adalah versi modifikasi dari kue pancong Betawi yang aseli.. :p
Dalam artikel yang sama, disebutkan kalau kue Pancong asli Betawi ini bentuknya panjang, seperti papan penggilasan, dan tanpa taburan gula pasir.. Hhmmm, mungkin nanti ada lagi kesempatan menemukan kue pancong yang asli betawi seperti yang ditulis dalam artikel tersebut. Tapi sementara itu, kue pancong modif inipun cukup enak buat saya.. Sikaaaattt!! :D

Sabtu, 03 Agustus 2013

Ayam Bakar Taliwang dan Plecing Kangkung


Ayam bakar taliwang merupakan masakan asli Indonesia, yang tepatnya berasal dari Lombok, NTB. Masakan olahan ayam ini biasa disajikan bersama plecing kangkung dan nasi hangat.Hmmm, nikmat!!

Bicara tentang ayam bakar taliwang, sebenarnya kami -saya dan suami- punya kenangan tersendiri dengan masakan ini. Kembali pada masa beberapa tahun lalu, saat kami sama-sama masih kuliah di Jawa Timur, kami sukaaa sekali hidangan yang satu ini. Biasanya kami makan malam dengan menu ayam taliwang dan sambal plecing ini di salah satu warung lesehan di dekat kampus. Cita rasa ayam dan sambel nya yang khas, membuat kami selalu kembali lagi. Tapi,suatu malam, yang jualan tiba-tiba sudah nggak ada. Dan tidak ada kabar mereka pindah ke mana. Yaahhh, penonton kuuciwa dehh.. Mulai saat itu punya tekad terpendam dalam hati, kalo nanti harus bisa bikin ayam taliwang sendiri. Dan yeayyyy, it is happening !! :D

Setelah bertahun-tahun lamanya, semenjak masih kuliah hingga kini kami sudah memiliki satu orang anak :) , kami kembali merasakan lagi nikmatnya hidangan ini. Horree :D Bedanya, kali ini saya sendiri yang membuatnya, dan kami tidak lagi makan di warung lesehan, melainkan di rumah kami. Nikmatnyaa,,, :) 

Well, itu tadi sedikit nostalgia tentang ayam taliwan ini. Daaan, sudah cukup cerita2nya, sekarang saya ingin membagikan resep ayam taliwang yang oke ini. Oiya, untuk resep plecing kangkung, sudah pernah saya tulis sebelumnya. Silakan lihat di sini.

 Ayam Bakar Taliwang

Bahan:
1 ekor ayam
1 buah jeruk nipis
1 sdt garam
300 ml santan
1 sdt garam
1 sdt gula merah, sisir
minyak untuk menumis

bumbu halus:
10 btr bawang merah
7 siung bawang putih
7 buah cabe merah keriting, bakar
5 btr kemiri, sangrai
1 1/2 sdt terasi, sangrai

Cara membuat:
1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan selama kurang lebih 30 menit.
2. panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum. masukkan santan, garam, dan gula merah. Aduk rata dan masak hingga mendidih.
3. Masukkan ayam, masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan matang.
4. Sisakan sedikit bumbu santan untuk dioles pada ayam saat memanggang.
5. Bakar ayam sambil dioles bumbu dan dibolak-balik hingga matang.

Selamat mencoba,yaa.. :)

Jumat, 02 Agustus 2013

Plecing Kangkung


Plecing Kangkung, merupakan masakan yang berasal dari daerah Lombok,NTB. Pada dasarnya adalah sambal -yang terdiri dari cabe, bawang merah, bawang putih, tomat, dan terasi- yang dipadukan dengan kangkung rebus. Citarasa yang khas dari sambal plecing ini adalah rasa pedasnya yang menyengat serta rasa asam yang segar. Untuk rasa asam pada sambal, sebagian besar resep menggunakan jeruk nipis, tetapi ada juga yang menggunakan asam jawa. Saya sendiri lebih senang menggunakan jeruk nipis, karena sensari rasa dan aroma segarnya.

Untuk membuat plecing kangkung ini, bahan-bahan yang diperlukan sangatlah sederhana. Berikut resep yang saya gunakan untuk membuat plecing kangkung.

Plecing Kangkung



1 ikat kangkung segar, rebus sebentar di dalam air garam

3 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1 buah tomat
8 cabe merah
10 cabe rawit
1 sdt garam
1/2 sdt gula
> haluskan seluruh bumbu di atas

1 sdt terasi
1 buah jeruk nipis, iris
1 sdm minyak goreng
sedikit air

>> panaskan wajan dengan api sedang
>> masukkan bumbu yang sudah dihaluskan
>> tambahkan minyak, terasi, terakhir air. aduk, tunggu hingga air berkurang. matikan api, angkat

PENYELESAIAN
Sajikan sambal di atas kangkung yang sudah direbus, beri perasan air jeruk nipis. siap dinikmati dengan sepiring nasi hangat.

Rabu, 10 April 2013

Setoran NCC JTIW : Bolu Kemojo

Ceritanya, habis jalan-jalan di blognya ncc jtiw. lhaa ternyata jajanan dari kota asalku, Pekanbaru, baru ada satu. Kepikiranlah untuk bikin bolu kemojo ini, panganan yang jadi ciri khas dan oleh-oleh dari kota Pekanbaru. Kalau sedang ke Pekanbaru saya masih suka beli, favorit saya yang rasa jagung. Karna memang, bolu kemojo ini sudah sedemikian berkembang sehingga ada banyak pilihan rasa, yang dulunya hanya pandan, sekarang sudah ada rasa jagung, durian, bahkan coklat.

Oiya, Kenapa disebut bolu kemojo saya juga tidak terlalu mengerti. Tebakan saya, mungkin karna bentuknya yang agak menyerupai bunga kemojo atau kamboja, kali yaa.. (bisa benar atau tidak, namanya juga menebak-nebak :)) Jadi, adonan bolu kemojo ini decetak di loyang khusus yang berbentuk bunga itu. Dimatangkan dengan melakukan pemanggangan memakai api atas dan bawah. Sehingga hasil yang didapat adalah garing, dan agak sedikit gosong diluarnya, sedangkan bagian dalamnya bertekstur padat tetapi lembut.

Bolu Kemojo
sumber: distan.riau.go.id

Bahan-bahan :
  1. Telur ayam 6 butir
  2. Santan 3 gelas ditambah air pandan
  3. Margarin 250 gram
  4. Tepung segitiga 300 gram
  5. Gula 250 gram garam 1/2 sendok teh
  6. Vanili secukupnya
Cara membuat :
  1. Telur dan gula diaduk;
  2. Masukan santan, tepung, dan margarin cair, aduk sampai rata;
  3. Panaskan cetakan;
  4. Tuangkan adonan kedalam cetakan dan dioven selama 45 menit pada suhu 175 derajat Celcius, dengan panas yang merata di atas dan bawah
* Saya menggunakan setengah dari resep di atas, dengan mengganti air pandan dengan 3 tetes pasta pandan. Berhubung saya gak punya cetakan aslinya bolu kemojo, saya hanya gunakan loyang pie mini dan loyang alumunium foil. Hasil jadinya sudah cukup banyak, yaitu 10buah loyang pie mini, 3buah alumunium foil ukuran 5x10cm.